Jumat, 05 November 2010

PESTA ADAT KEBUDAYAAN SUKU -ME

Kebudayaan adalah seluruh karya / hasil karya yang bisa dipegang / diraba atau tidak bisa diraba.. kebudayaan juga dibagi menjadi dua bagian yaitu kebudayaan imaterial, artinya kebudayaan yang tidak bias dirabah contohnya kesenian, hukum budaya dll. kebudayaan material, artinya kebudayaan yang bisa diraba / dirasakan contoh ukir-ukiran dll. System dari budaya ini adalah suatu hubungan yang tersusun dari beberapa bagian atau hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen-komponen secara teratur. Dengan demikian system budaya dapat diartikan sebagai seperangkat ilmu pangetahuan pandangan hidup, keyakinan, nilai, normal, aturan hukum yang menjadi milik suatu masyarakat melalui suatu proses belajar yang kemudian memacu manata, menilai, menginterpertasikan sejumlah benda dalam lingkungan bersangkutan. Sebelum kita membahas bagaimana cara pesta budaya suku-ME kita perlu tahu apa arti dari -Me itu sendiri, ME adalah orang atau manusia, yang berarti Manusia pertama, Suku ME terletak didataran tinggi pegunungan papua yang kini disebut kabupaten paniai, panai mempunyai keaneka alam yang sangat menarik dan sangat alami yang terdiri dari danau, sungai dan pegunungan. Mata pencaharian suku –ME yaitu sebagi Nelayan Dan berkebun atau bercocok tanam, agama yang dianut yaitu agama Kristen Protestan, Katolik, dan agama Bunani yaitu kepercayaan dahulu sebelum injil masuk sampai kini tua-tua orang Suku –ME sebagian masih menganutnya. Mengapa kepercayaan Bunani ini masih dianut oleh tua-tua suku –ME? Kepercayaan bunani ini bukan kepercayaan berhala tetapi dahulu kala sebalum injil masuk di paniai pernah hidup seseorang yaitu dalam bahasa –ME (Koya Daba) yang perbuatan / mujizatNya sama dengan Alkitabia dan ke 10 hukum taurat apabila diterjemakan, sehingga mereka menyadari sebelum injil masuk kepercayaan kepada yang maha kuasa (Allah, Koya Daba ) sudah dianut. Dipaniai.                                                                                          1. Pesta Adat Yuwo yaitu Pesta adat Acara Kaum Orang Kaya, pesta ini diadakan apabila setiap orang yang mau memamerkan kekayaan kepada orang lain ( seperti potong babi atau Ekina ).                                          2. Pesta Adat Emaida Yaitu Pesta adat cari jodoh, Pesta ini diadakan kapan saja tergantung desa atau kampung mana yang mengundang muda-mudi atau laki-laki yang ingin mengawini istri lebih dari satu tetapi dibatasi kaum wanita yang sudah mempunyai suami pesta ini diadakan di dalam rumah/ Emawa. Tempat rumahadatkhusus.                                                                                                                                                                                                   3. Pesta Adat Yibu yaitu pesta adat dalam ikatan keluarga seperti ulang tahun, anak lahir, orang meninggal, nikah., yang diadakan pada rumah adat atau rumah sendiri.                                                                          4. Peata Adat Tauwan Yuwo yaitu pesta Natal / hari besar keagamaan. Yang biasa dilakukan pada lingkungan keluarga, gereja / Bunani. Tadi telah diuraiakn diatas bahwa pesta adat Tauwan Yuwo sejak dahulu tua-tua suku –ME telah mengenal kelahiran dan kematian Sang Pencipta yaitu Koya Daba ( Ugatame ) dengan mempunyai sejarah Sang Pencipta yang telah Lahir di daerah Suku Dani dan Mati dibunuh Dipaniai dengan itu ada bukti jejak kaki yang bermula dari wamena sampai kepaniai. Cara perhitung bulan tua-tua suku –ME untuk mengadakan pesta adat Tauwan Yuwo atau natal yaitu Dilihat Bulan Pada Malam Hari yang terbit tepat diujung timur, itulah yang menandakan pergantian bulan sampai bulan ke 12 barulah diadakan pesta adat Tauwan Yuwo atau natal. Dari ke empat Pesta Adat diatas yang masih dilakukan sampai saat ini yaitu Pesta Adat Emaida, Yibu, dan Tauwan Yuwo sedangkan Yuwo tidak dilakukan lagi karena sudah banyak orang yang mempunyai banyak kekayaan sehingga malu untuk memamerkan kekayaannya kepada orang lain.